| |
| WORK SHOP : JL. ABADI NO. 6 (TERUSAN SURYANI) BANDUNG 40222
|
| |
|
| » !! PANDUAN CCTV !! |
| |
Panduan CCTV
1. Sesuaikan dengan dana/budget yg tersedia. Jika dana minim, anda dapat memilih camera bersensor CMOS saja, memang kualitas gambar jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan yg bersensor CCD, namun seringkali gambar yg dihasilkan sudah cukup memadai. Namun jika dana yg disediakan cukup besar, dapat memilih camera bersensor CCD yg kualitas gambarnya lebih tinggi (high resolution).
Berikut adalah standar kualitas/resolusi gambar utk perbandingan saja: CMOS - Standard Image Quality - 380 TVL 1/4" CCD - High Image quality - 420 TVL 1/3" CCD - Very High Image Quality - 480 TVL
Semakin besar TVL berarti semakin baik dan tajam gambar yg dihasilkan. Namun kami hanya mencantumkan 3 pilihan TVL (380, 420, 480) pada setiap produk camera, walaupun beberapa camera cctv yg tersedia ber TVL diatas 500 sekalipun, bahkan ada yg diatas 600 ! Secara umum kualitas/resolusi gambar pada camera jauh lebih baik jika dibandingkan resolusi pada alat rekam/DVR, hasil rekaman pada alat rekam akan ditentukan oleh kualitas/resolusi alat rekam/DVR tersebut.
1/4" CCD lebih rendah resolusi gambarnya jika dibanding dgn 1/3" CCD, dikarenakan lebar bidang sensor 1/3" CCD yg lebih besar, sehingga menghasilkan gambar yg lebih baik dan tajam, namun tentunya harga juga menjadi lebih mahal, dan ini yg menjadikannya lebih penting dibanding sekedar TVL saja, karena jika chipset camera CCD yg dipakai adalah 1/3" CCD, dapat dipastikan camera tersebut ber TVL jauh lebih tinggi dibanding CMOS maupun 1/4" CCD.
2. Pastikan pemakaian utk diluar ruang/outdoor atau pemakaian utk didalam ruang/indoor.
Outdoor - Jika pemakaian utk diluar ruangan/outdoor, pilih camera yg khusus utk outdoor juga. Bedanya dari camera indoor adalah, camera outdoor lebih mampu mereduksi cahaya matahari dan jumlah LED infrared yg dipakai umumnya lebih banyak dibanding yg ber-type indoor. Semua camera outdoor yg tersedia bersensor CCD, sudah weatherproof dan dilengkapi pelindung utk menahan sinar matahari maupun air hujan atau biasa disebut topi, dan tidak memerlukan housing lagi.
Indoor - Jika pemakaian untuk indoor saja, pilihannya menjadi semakin banyak, sebagian besar camera yg beredar di pasaran adalah bertipe indoor. Sesuaikan bentuk fisik/model camera yang diinginkan dan penempatannya apakah untuk di plafon, tembok/dinding, disembunyikan atau tersamar dengan produk lain mis: smoke detector camera. Indoor camera juga ada yang dilengkapi infrared yang berguna utk memantau pada kegelapan, namun jika ruang/area yg dipantau cukup terang (mempunyai cahaya yang cukup), cukup memilih yang non infra saja. Dome camera khusus dipasang pada plafon/langit-langit dan tidak bisa digabungkan dengan rotator(motor penggerak camera), dikarenakan untuk jenis dome tidak tersedia dudukan untuk rotator, jika ingin ber-type Dome dan dapat berputar pilih Pan Tilt Dome Camera saja, sedangkan diluar type Dome bebas saja penempatannya, dapat dipasang pada plafon maupun tembok/dinding dan juga bisa dipasangi rotator. BOX Camera - camera ini mempunyai kelebihan pada lensa yg dapat diganti dan disesuaikan dgn kebutuhan, tersedia beberapa pilihan ukuran lensa yg dijual secara terpisah. Semakin kecil ukurannya semakin lebar view anglenya, dan semakin besar ukuran milimeternya semakin sempit view anglenya namun lebih zoom. Camera yang mempunyai ukuran kecil lebih unggul jika pada penempatannya ingin disembunyikan, namun camera berdimensi besar juga mempunyai kelebihan tersendiri yaitu camera dapat terlihat dengan jelas, sehingga sering kali hal ini merupakan momok yg cukup menakutkan para pelaku tindak kejahatan, karena area tersebut jelas-jelas terlihat diawasi dengan cctv camera.
*Setiap camera mempunyai karakteristik, kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri, silahkan dilihat pada keterangan yg diberikan disetiap masing-masing camera.
1. Quad Processor/Multiplexer. Alat ini hanya utk menampilkan beberapa cctv camera ke pesawat TV biasa, tampilan dilayar akan terbagi mengikuti type dari Quad Processor/Multiplexer tsb. Misalnya Quad Processor/multiplexer 4 channel, berarti dpt menampilkan max 4 camera sekaligus pada layar (layar akan terbagi menjadi 4 bagian), jika 8 channel menjadi 9 bagian, dan yg 16 channel menjadi 16 bagian. Quad Processor/Multiplexer bukan alat perekam, ditambahkan Harddisk pun tidak akan bisa merekam. Jika memilih Quad Processor/Multiplexer pastikan dikemudian hari tetap tidak ingin merekam cctv camera, karena nantinya jika ingin mengganti Quad Processor/Multiplexer tsb dgn alat rekam, umumnya Quad Processor/Multiplexer tidak dipakai lagi, karena bisa dibilang didalam alat rekam yg berupa DVR standalone, DVR Card & USB DVR sudah terdapat "Quad Processor/Multiplexer", sehingga tampilan dilayar sudah terbagi menjadi beberapa bagian.
2. DVR Card & USB DVR. Kedua item ini merupakan alat rekam yg membutuhkan komputer/PC Base, hasil rekaman akan langsung tersimpan pada Harddisk internal komputer. Namun kami harus tegaskan disini, bahwa DVR Card & USB DVR adalah solusi murah utk dpt merekam cctv camera, namun dipasaran terdapat berbagai macam motherboard, processor, RAM, VGA card, dan lain sebagainya, yang tidak memungkinkan kami uji satu persatu, untuk itu kami berasumsi bahwa pemesan/pembeli DVR Card & USB DVR telah mengerti cara-cara penginstalasian, mengerti seluk beluk computer serta computer yg digunakan compatible dgn DVR Card & USB DVR yang kami jual. Pertanyaan seputar cara instalasi, cara seting dan sebagainya bukan merupakan tanggung jawab kami, hal itu tentunya akan terjawab dgn sendirinya pada manual yg terdapat dalam CD yg disertakan pada pembelian DVR Card & USB DVR tsb. Pada CD yg diberikan telah terdapat Driver instalasi, Aplikasi/software dan Manual/panduan. Ada beberapa DVR Card yang tidak dapat membuka aplikasi lainnya jika telah masuk kedalam aplikasi dari DVR Card tsb, namun ada juga yg tetap dapat membuka aplikasi lainnya, silahkan lihat pada keterangan yg diberikan pada masing-masing DVR Card.
3. DVR standalone. Merupakan mesin perekam camera yg dapat berdiri sendiri (standalone) dan tidak membutuhkan komputer, namun ada yg dapat dihubungkan ke komputer sehingga penggunaan DVR standalone menjadi maksimal, didalam DVR standalone dapat dipasang Harddisk utk menampung hasil rekaman, semua DVR standalone yg tersedia belum dilengkapi Harddisk atau Harddisk dijual secara terpisah. Pengoperasian mesin ini cukup mudah, seperti layaknya menggunakan DVD Player saja, utk anda yg awam mengenai instalasi maupun seluk beluk komputer, DVR standalone ini merupakan pilihan yg bijak. DVR standalone ada yg benar-benar tidak memerlukan komputer, ada yg dilengkapi USB sehingga dapat mem-backup data yg sudah tersimpan pada Harddisk DVR ke Harddisk komputer, dan ada yg dilengkapi Port LAN (rj45) yg dapat mem-backup data maupun dapat dihubungkan ke komputer melalui kabel jaringan LAN (Local Area Network) bahkan internet, komputer hanya digunakan utk memaksimalkan feature yg terdapat pada DVR standalone.
Bagi yg awam mengenai ukuran Lensa, sudut pandang maupun jarak pandang ideal pada CCTV Camera, dapat berpanduan pada standard berikut:
Ukuran Lensa 2.5 mm = sudut pandang 110° = jarak pandang ideal 8 meter Ukuran Lensa 2.8 mm = sudut pandang 100° = jarak pandang ideal 10 meter Ukuran Lensa 3.6 mm = sudut pandang 90° = jarak pandang ideal 12 meter Ukuran Lensa 4 mm = sudut pandang 80° = jarak pandang ideal 15 meter Ukuran Lensa 6 mm = sudut pandang 65° = jarak pandang ideal 20 meter Ukuran Lensa 8 mm = sudut pandang 55° = jarak pandang ideal 25 meter *toleransi 10-20%, dikarenakan adanya perbedaan hasil pengukuran pada beberapa camera, jarak pandang ideal juga bervariasi pada masing-masing orang.
Semakin kecil ukuran sebuah Lensa, sudut pandangnya akan semakin melebar namun jarak pandang akan semakin menurun terhadap obyek, demikian sebaliknya jika ukuran Lensa semakin besar, sudut pandang akan semakin sempit namun jarak pandang dapat semakin jauh terhadap obyek karena lebih zoom. Obyek tentu saja masih tetap terlihat walau berada diatas jarak pandang ideal, meskipun tentunya obyek akan terlihat semakin mengecil. Satu hal yg perlu diingat adalah, tidaklah mudah mengganti Lensa camera, selain dikarenakan setiap camera sudah mendapatkan Lensa bawaannya masing-masing, beberapa type camera dibuat sedemikian rupa, sehingga tidaklah mungkin mengganti Lensa camera kecuali membongkar body camera itu sendiri, yg berarti nantinya akan menghanguskan garansi. Nampaknya cukuplah berpuas diri dengan Lensa bawaan dari produsen, namun jika memang ukuran Lensa merupakan hal yg cukup penting, tersedia BOX CCTV Camera yg mudah utk diganti Lensa sesuai dgn keinginan, namun Lensa dijual secara terpisah dan berharga cukup mahal. Beberapa camera juga terkadang tidak disebutkan ukuran Lensa yg dipakai dan terkadang juga bisa berbeda ukurannya sewaktu-waktu.
Tambahan: Hanya utk mempermudah saja, sebagai acuan dapat menggunakan kamera ponsel/hp utk menentukan sudut atau lensa yg ingin dipergunakan pada cctv camera. Kamera ponsel/hp pada keadaan default umumnya setara dgn ukuran lensa camera cctv 4mm. Cobalah meng capture image pada tempat sekiranya camera cctv akan dipasang. Dan lihat hasilnya, jika menginginkan sudut yg lebih lebar dari hasil capture image tadi, pilihlah lensa camera cctv yg lebih kecil ukurannya, mis: 3.6mm, 2.8mm, 2.5mm, 2.1mm. karena semakin kecil ukuran lensa camera cctv, semakin lebar pula view anglenya. Namun perlu diingat, dengan semakin lebar view anglenya, maka akan semakin dekat pula jarak pandang ideal, dan hasil gambar akan cenderung cembung serta lensa bersudut lebar mahal harganya. Sebaliknya, jika menginginkan hasil gambar yg lebih zoom sehingga nampak lebih detail pada obyek, maka pilihlah lensa camera cctv yg lebih besar ukurannya, mis: 6mm, 8mm, 16mm. karena semakin besar ukuran lensa camera cctv, maka gambar akan terlihat lebih zoom (optical zoom). Namun perlu juga diingat, dengan semakin jauh jarak pandang ideal, maka sudut atau view angle akan semakin sempit, ini berarti utk jarak dekat, pada kiri dan kanan dari camera cctv akan semakin tidak terlihat (blind spot), dan lensa zoom juga mahal harganya.
Jarak jangkau infrared pada CCTV Camera sangatlah ditentukan oleh jumlah LED infrared, diameter LED infrared, dan sensor camera yg dipakai. LED infrared dapat diibaratkan sebuah senter, yg berarti semakin banyak senter yg dikenakan semakin terang pula hasilnya. Begitupun dengan besarnya diameter LED infrared, yg berarti semakin besar diameter senter yg dikenakan semakin terang pula hasilnya. Karena sensor CCD lebih baik dari sensor CMOS, tentu saja hasil gambar pada saat infrared aktif juga berbeda, pada camera bersensor CCD hasil gambar saat infrared aktif terlihat lebih jernih dan lebih jauh dibanding camera yg bersensor CMOS.
Sekedar utk perbandingan: CMOS dgn 6 mini LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 2 meter. CMOS dgn 12 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 5 meter. CMOS dgn 30 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 8 meter. CCD dgn 12 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 8 meter. CCD dgn 21 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 12 meter. CCD dgn 24 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 12 meter. CCD dgn 35 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 14 meter. CCD dgn 48 LED infra, jarak jangkau infrared idealnya 15 meter. CCD dgn 32 LED infra 8mm, jarak jangkau infrared idealnya 20 meter. ini merupakan jarak jangkau ideal infrared pada cctv camera, walau tentu saja diatas jarak tersebut masih dapat terjangkau infrared.
Adakalanya sinar infrared terpantul mengenai lensa pada saat IR aktif, baik malam maupun dalam keadaan gelap, sehingga tampilan gambar menjadi terganggu, namun jika bagian dome transparan dibuka tidak terjadi hal demikian. Sebagian besar terjadi pada camera ber type Dome, hal ini semata-mata terjadi karena pada saat penyegelan maupun pemasangan camera dome, bagian tempurung/batok pada dome harus dibuka, dan inilah yg biasanya memicu tergesernya pelindung lensa yg berupa karet/busa hitam. Terpantulnya sinar infrared ke lensa dikarenakan adanya jarak antara lensa dan bagian transparan dome maupun kaca yg terdapat didepan lensa. Jika bagian dome dibuka, akan terlihat adanya semacam karet/busa hitam yg berada disekeliling lensa. Karet/busa pelindung tsb jangan dibuang, dikarenakan karet/busa pelindung itulah yg berfungsi melindungi lensa dari pantulan sinar infrared. Usahakan karet/busa pelindung tsb menempel pada bagian transparan dome pada saat dome terpasang, sehingga pantulan infrared dari dome transparan tidak jatuh mengenai lensa.
Berapa lamakah durasi waktu rekam jika dgn harddisk 80Gb?
pertanyaan ini secara singkat akan dijawab "tergantung settingan". mengapa demikian? dapat dilihat dari tabel berikut: DVR Standalone 4ch mini design:
| Format |
Quality |
30fps |
15fps |
7fps |
1fps |
| NTSC |
HIGH |
38 |
78 |
167 |
1165 |
| NORMAL |
52 |
103 |
222 |
155 |
| LOW |
64 |
129 |
277 |
1942 |
| PAL |
HIGH |
46 |
97 |
194 |
1348 |
| NORMAL |
62 |
129 |
258 |
1790 |
| LOW |
78 |
162 |
323 |
2240 |
DVR Standalone 4ch H.264 type 672:
| Record Mode |
Quality |
25fps |
12fps |
7fps |
3fps |
| FRAME |
Super Best |
86 |
123 |
153 |
179 |
| Best |
91 |
129 |
168 |
190 |
| High |
92 |
133 |
177 |
200 |
| Normal |
104 |
140 |
181 |
207 |
| Record Mode |
Quality |
100fps |
50fps |
25fps |
12fps |
| CIF |
Super Best |
79 |
111 |
148 |
175 |
| Best |
87 |
125 |
156 |
183 |
| High |
91 |
133 |
166 |
190 |
| Normal |
99 |
140 |
177 |
195 |
Angka diatas adalah durasi rekam dalam hitungan jam, dan lama tidak nya durasi rekam sangatlah ditentukan oleh settingan yg diinginkan, terlebih lagi beberapa pengguna mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam menentukan settingan durasi rekam yg tentunya disesuaikan dengan kebutuhannya.
| For 4 channel DVR Standalone mini design/314 |
|
| Rec Mode |
Quality |
IPS |
250GB rec hour |
250GB rec day |
| NTSC |
HIGH |
30 |
114 |
4 |
| 15 |
234 |
9 |
| 7 |
501 |
20 |
| 1 |
3400 |
141 |
| NORMAL |
30 |
156 |
6 |
| 15 |
309 |
12 |
| 7 |
666 |
27 |
| 1 |
4600 |
191 |
| LOW |
30 |
192 |
8 |
| 15 |
387 |
16 |
| 7 |
831 |
34 |
| 1 |
5700 |
237 |
| PAL |
HIGH |
25 |
138 |
5 |
| 12 |
291 |
12 |
| 6 |
582 |
24 |
| 1 |
4000 |
166 |
| NORMAL |
25 |
186 |
7 |
| 12 |
387 |
16 |
| 6 |
774 |
32 |
| 1 |
5000 |
208 |
| LOW |
25 |
234 |
9 |
| 12 |
486 |
20 |
| 6 |
969 |
40 |
| 1 |
6500 |
270 |
| For 4 channel DVR Standalone 672 |
|
| Rec Mode |
Quality |
IPS |
250GB rec hour |
250GB rec day |
| FRAME |
SUPER BEST |
25 |
264 |
11 |
| 12 |
384 |
16 |
| 7 |
480 |
20 |
| 3 |
560 |
23 |
| BEST |
25 |
280 |
11 |
| 12 |
400 |
16 |
| 7 |
520 |
21 |
| 3 |
592 |
24 |
| HIGH |
25 |
288 |
12 |
| 12 |
416 |
17 |
| 7 |
552 |
23 |
| 3 |
624 |
26 |
| NORMAL |
25 |
320 |
13 |
| 12 |
432 |
18 |
| 7 |
568 |
23 |
| 3 |
648 |
27 |
| CIF |
SUPER BEST |
100 |
240 |
10 |
| 50 |
344 |
14 |
| 25 |
456 |
19 |
| 12 |
544 |
22 |
| BEST |
100 |
272 |
11 |
| 50 |
392 |
16 |
| 25 |
488 |
20 |
| 12 |
568 |
23 |
| HIGH |
100 |
280 |
11 |
| 50 |
416 |
17 |
| 25 |
520 |
21 |
| 12 |
592 |
24 |
| NORMAL |
100 |
304 |
12 |
| 50 |
432 |
18 |
| 25 |
552 |
23 |
| 12 |
608 |
25 |
| For 8 channel DVR Standalone |
|
| Rec Mode |
Quality |
IPS |
750GB rec hour |
750GB rec day |
| FRAME |
BEST |
60 |
302 |
12 |
| 30 |
435 |
18 |
| 15 |
787 |
32 |
| 7 |
1116 |
46 |
| HIGH |
60 |
405 |
16 |
| 30 |
645 |
26 |
| 15 |
992 |
41 |
| 7 |
1245 |
51 |
| NORMAL |
60 |
487 |
20 |
| 30 |
765 |
31 |
| 15 |
1190 |
49 |
| 7 |
1530 |
63 |
| BASIC |
60 |
587 |
24 |
| 30 |
939 |
39 |
| 15 |
1339 |
55 |
| 7 |
1785 |
74 |
| CIF |
BEST |
240 |
223 |
9 |
| 120 |
382 |
15 |
| 60 |
686 |
28 |
| 30 |
1010 |
42 |
| HIGH |
240 |
291 |
12 |
| 120 |
399 |
16 |
| 60 |
824 |
34 |
| 30 |
1275 |
53 |
| NORMAL |
240 |
338 |
14 |
| 120 |
595 |
24 |
| 60 |
982 |
40 |
| 30 |
1488 |
62 |
| BASIC |
240 |
442 |
18 |
| 120 |
765 |
31 |
| 60 |
1245 |
51 |
| 30 |
1785 |
74 |
| For 16 channel DVR Standalone |
|
| Rec Mode |
Quality |
IPS |
750GB rec hour |
750GB rec day |
| FRAME |
BEST |
120 |
151 |
6 |
| 60 |
217 |
9 |
| 30 |
393 |
16 |
| 15 |
558 |
23 |
| HIGH |
120 |
202 |
8 |
| 60 |
322 |
13 |
| 30 |
496 |
20 |
| 15 |
622 |
25 |
| NORMAL |
120 |
243 |
10 |
| 60 |
382 |
15 |
| 30 |
595 |
24 |
| 15 |
765 |
31 |
| BASIC |
120 |
293 |
12 |
| 60 |
469 |
19 |
| 30 |
669 |
27 |
| 15 |
892 |
37 |
| CIF |
BEST |
480 |
111 |
4 |
| 240 |
191 |
7 |
| 120 |
343 |
14 |
| 60 |
505 |
21 |
| HIGH |
480 |
145 |
6 |
| 240 |
199 |
8 |
| 120 |
412 |
17 |
| 60 |
637 |
26 |
| NORMAL |
480 |
169 |
7 |
| 240 |
297 |
12 |
| 120 |
491 |
20 |
| 60 |
744 |
31 |
| BASIC |
480 |
221 |
9 |
| 240 |
382 |
15 |
| 120 |
622 |
25 |
| 60 |
890 |
37 |
Jarak jangkau peralatan wireless berupa wireless camera maupun audio video sender, adalah jarak jangkau yg terukur tanpa adanya halangan. Dan logikanya saja, sudah pasti jarak jangkau tsb akan berkurang jika ada halangan berupa dinding, beton, pintu, kaca, jendela, gedung, pohon, bukit, dll. Bahkan jarak jangkau juga dapat berkurang jika adanya gangguan frekuensi dari peralatan lain. Besarnya pengurangan jarak jangkau jika peralatan tsb terhalang maupun adanya gangguan frekuensi tidak dapat diketahui secara pasti. Kami pun juga tidak mengetahui besarnya pengurangan jarak jangkau yg terjadi, baik itu sekedar berupa perkiraan maupun secara pasti, yg mana hal tsb tergantung juga pada material penghalang yg ada maupun gangguan frekuensi dari tempat lain. Besar kecilnya pengurangan jarak jangkau maupun jarak jangkau operasional, bukan merupakan tanggung jawab tronikaonline.com, dan pada spesifikasi yg tertera adalah seperti yg tercantum pada kemasan maupun manual yg ada pada peralatan tsb. Untuk itu kami himbau agar para pembeli secara bijaksana dapat memperhitungkan sendiri pengurangan jarak jangkau yg sekiranya dapat terjadi, dikarenakan para pembeli tentunya lebih mengetahui kondisi lingkungan peralatan wireless tsb akan dipasang. Sekali lagi kami tegaskan disini bahwa, Jangkauan dari camera ke receiver ataupun dari transmitter ke receiver tergantung pada lingkungan setempat ! (wide transmitting range depending on environtments..!) |
|
| |
|
| |
|
|
| |
| |
|
 |